Kamis, 05 Juni 2014

Pemkab Mateng Bangun Desa, Adakan Seleksi Fasilitator

Mateng (malaqbi.com) - Awal Bangun Desaku, pemerintah kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mengadakan seleksi fasilitator, melalui ujian dengan serangkaian tes seperti wawancara dengan lima penguji dari Inspektur Inspektorat Drs. Abdul Aziz Andi Jaya, Kepala Badan Pemdes Kesbang dan Linmas M. Ramlie Shalawat, Staff Khusus bidang Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dan Masyarakat Ekonomi Keluarga dan Masyarakar Imam Fadli Haruna SPt,Asiaten II Drs. Eman Hermawan.

Pola ujian sendiri diadakan dengan tiga tahap yaitu tes tertulis, wawancara dan penguasaan komputer dan penguasaan Informasi Teknologi (IT).

Peserta ujian sendiri berjumlah 59 orang dan akan dipilih 25 orang untuk masing-masing satu orang memfasilitasi dua desa.

Kualifikasi peserta ujian fasilitator meliputi pengalaman kerja, kemampuan bekerja dan motivasi dalam bekerja dengan pendidikan terakhir peserta ujian minimal D3 dan bukan PNS, TNI dan Polri.

Nantinya dari 25 orang yang terpilih akan memfasilitasi program desa untuk menjadi program usulan yang dipadukan dengan program pemerintah kabupaten dengan masa bakti satu tahun. Namun program yang diajukan harus melibatkan partisipasi masyarakat.

Kepala Badan Pemdes Kesbang dan Linmas Pemkab Mateng, M. Ramlie Shalawat mengatakan bahwa fasilitator bangun desaku harus benar-benar diseleksi untuk kemudian diadakan pelatihan dengan mendatangkan tenaga-tenaga ahli dibidangnya agar ketika mulai bertugas para fasilitator mampu mengawal. Desa untuk membuat program-program andalan yang mengarah pada kemajuan desa tersebut.

Senada dengan hal tersebut, staff khusus Imam Fadli Spt menegaskan bahwa seorang fasilitator harus mampu mengenal profil sebuah desa agar program pembangunan tepat sasaran, begitupun mengenai administrasi fasilitator harus menguasai tehnik pelaporan penggunaan anggaran dari pemerintah kabupaten Mamuju Tengah.

Diharapkan fasilitator bangun desaku mampu menjadi jembatan dari pemerintah desa kepada pemerintah kabupaten untuk membawa desa menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar