MEREALISASIKAN kesejahteraan rakyat selalu menjadi
mimpi besar bagi seorang pemimpin, baik di tingkat nasional, hingga
tingkat kepala desa sekalipun. Dan visi suatu daerah muaranya selalu
pada pencapaian kesejahteraan, meski realisasinya tidak pernah sempurna.
Demikian halnya dengan salah satu program andalan Pemkab Mamuju
Tengah (Mateng) di bawah kepemimpinan DR Junda Maulana. Demi mewajudkan
masyarakat yang sejahtera, program Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga
(PUEKa) menjadi prioritas kedua setelah program Bangun Desaku. Semuanya
muaranya juga untuk kesejahteraan rakyat.
Dalam sosialisasi PUEKa di Mateng, Junda Maulana dihadapan para
kepala SKPD, pengurus PAUD menyampaikan bahwa dalam kondisi masyarakat
yang lemah, peran pemerintah dibutuhkan untuk melakukan intervensi dalam
menumbuhkan semangat mewujudkan apa yang menjadi harapan mereka. Di
sinilah kemudian dituntut kreatifitas pemerintah dalam membuat terobosan
yang dapat ditawarkan kepada masyarakat agar bisa beranjak dari
keterpurukannya.
Dari ruang inilah Pemkab Mateng menginisiasi sebuah program yang
terintegrasi, dimana PAUD menjadi cikal bakal pengembangan usaha ekonomi
keluarga, dan tercapainya derajat kesehatan masyarakat, serta
terbangunnya kualitas pendidikan di Mateng.
Olehnya, memalui PAUD diharapkan menjadi jantung pergerakan dan
sekaligus poros tumbuhnya ekonomi keluarga berbasis partisipasi para
kaum ibu. Di sebut terintegrasi, karena di PAUD, para ibu dengan waktu
lowongnya saat menemani buah hatinya, bisa berkereasi melalui sejumlah
keterampilan yang dapat bernilai ekonomi. Di PAUD juga proses layanan
Posyandu dapat dilakukan, di PAUD juga pengembangan kemampuan anak-anak
akan diasah lebih awal, sebelum memasuki usia sekolah. Sehingga
harapannya kemudian, lima enam tahun kedepan akan tercipta kekuatan
ekonomi baru berbasis rumah tanggah di Mateng.
Harapan ini kemudian bagi seorang bupati yang menyandang gelar doktor
pemerintahan bukanlah sebuah keniscayaan. Junda percaya apa yang
dilakukan hari ini akan menghasilkan sesuatu yang besar d iwaktu akan
datang.
Tapi semua itu tidak akan berjalan sebagaimana grand design yang menjadi
pilar berjalannya program PUEKa, kalau kemudian instansi terkait atau
SKPD terkait tidak memiliki komitmen yang kuat mewujudkan mimpi besar
ini.
Sebab bagi bupati, program PUEKa adalah sebuah program yang menjawab
kegelisahan masyarakat Mateng hari ini akankah memimpikan hidup yang
sejahtera itu sesuatu yang bisa tercapai atau tidak. PUEKa menjadi rel
untuk mengantar harapan itu terwujud kelak.
“Saya memulai ini sebagai bentuk tanggungjawab mewujudkan harapan
masyarakat. Saya berharap kita. Semua SKPD mesti bertanggungjawab atas
suksesnya program ini,” urai Junda Maulana.
Menariknya, pada program PUEKa yang terintegral ini, pengurus PAUD
yang telah mengikuti pelatihan akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp
10 juta tiap PAUD dari Pemkab Mateng. Jika program dalam enam bulan
kedepan program itu dinyatakan berjalan dan berhasil, maka Bupati akan
melakukan kunjungan Kementerian Koperasi dan UKM guna memohon dukungan
anggara.
Kalau menyimak dari awal, sejumlah harapan yang disampaikan oleh
masyarakat, semua masyarakat di Mateng mau berubah, mau maju, Lalu
dimana peran pemerintah atas harapan masyarakat ini? Peran pemerintah
adalah mendorong program pemberdayaan. Ini juga dalam rangka mencapai
target bagaimana memberikan akses bagi anak usia 0-6 tahun untuk
mendapatkan pendidikan usia dini secara layak.
Sebab sampai saat ini angka partisipasi baru 40 persen dari target
RPJMD 70 persen. Sebab kita mengharapkan pada tingkat Taman Kanak-kanak
itu juga kan terbatas.
Olehnya melalui PUEKa ini PAUD berjalan yang didalamnya dimasukan
program integral, seperti Posyandu, imunisasi, bina keluarga balita
(BKB) dengan demikian waktu yang terbuang tadi saat menanti anak anak
mereka pulang dari aktivitasnya sudah tidak terbuang karena adanya
program ini.
Satu yang pasti menjadi catatan penting untuk PUEKa di Mateng,
meskipun program ini adalah warna program yang sama di tempat lain, tapi
semangat yang ditunjukan oleh Pemkab Marteng dibawah kepemimpinan Junda
Maulana, patut mendapat apresiasi tinggi. Karena lewat tangan dinginya
mampu melahirkan sebuah aplikasi program sangat tepat untuk mengantar
harapan kesejahteraan masyarakat Mateng.
Sebagaimana juga kegelisahan Junda, ini juga kegelisahan penulis.
Sanggupkan para pembantu bupati yang berada di SKPD terkait, menjaga,
mengawal serta mewujudkan semangat yang tertuang dalam program PUEKa?
Sebab ini adalah soal komitmen kita bersama sama kepada rakyat Mateng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar