Kamis, 05 Juni 2014

PUEKa dan Harapan Kesejahteraan

MEREALISASIKAN kesejahteraan rakyat selalu menjadi mimpi besar bagi seorang pemimpin, baik di tingkat nasional, hingga tingkat kepala desa sekalipun. Dan visi suatu daerah muaranya selalu pada pencapaian kesejahteraan, meski realisasinya tidak pernah sempurna.
Demikian halnya dengan salah satu program andalan Pemkab Mamuju Tengah (Mateng) di bawah kepemimpinan DR Junda Maulana. Demi mewajudkan masyarakat yang sejahtera, program Pengembangan Usaha Ekonomi Keluarga (PUEKa) menjadi prioritas kedua setelah program Bangun Desaku. Semuanya muaranya juga untuk kesejahteraan rakyat.
Dalam sosialisasi PUEKa di Mateng, Junda Maulana dihadapan para kepala SKPD, pengurus PAUD menyampaikan bahwa dalam kondisi masyarakat yang lemah, peran pemerintah dibutuhkan untuk melakukan intervensi dalam menumbuhkan semangat mewujudkan apa yang menjadi harapan mereka. Di sinilah kemudian dituntut kreatifitas pemerintah dalam membuat terobosan yang dapat ditawarkan kepada masyarakat agar bisa beranjak dari keterpurukannya.
Dari ruang inilah Pemkab Mateng menginisiasi sebuah program yang terintegrasi, dimana PAUD menjadi cikal bakal pengembangan usaha ekonomi keluarga, dan tercapainya derajat kesehatan masyarakat, serta terbangunnya kualitas pendidikan di Mateng.
Olehnya, memalui PAUD diharapkan menjadi jantung pergerakan dan sekaligus poros tumbuhnya ekonomi keluarga berbasis partisipasi para kaum ibu. Di sebut terintegrasi, karena di PAUD, para ibu dengan waktu lowongnya saat menemani buah hatinya, bisa berkereasi melalui sejumlah keterampilan yang dapat bernilai ekonomi.  Di PAUD juga proses layanan Posyandu dapat dilakukan, di PAUD juga pengembangan kemampuan anak-anak akan diasah lebih awal, sebelum memasuki usia sekolah. Sehingga harapannya kemudian, lima enam tahun kedepan akan tercipta kekuatan ekonomi baru berbasis rumah tanggah di Mateng.
Harapan ini kemudian bagi seorang bupati yang menyandang gelar doktor pemerintahan bukanlah sebuah keniscayaan. Junda percaya apa yang dilakukan hari ini akan menghasilkan sesuatu yang besar d iwaktu akan datang.
Tapi semua itu tidak akan berjalan sebagaimana grand design yang menjadi pilar berjalannya program PUEKa, kalau kemudian instansi terkait atau SKPD terkait tidak memiliki komitmen yang kuat mewujudkan mimpi besar ini.
Sebab bagi bupati, program PUEKa adalah sebuah program yang menjawab kegelisahan masyarakat Mateng hari ini akankah memimpikan hidup yang sejahtera itu sesuatu yang bisa tercapai atau tidak. PUEKa menjadi rel untuk mengantar harapan itu terwujud kelak.
“Saya memulai ini sebagai bentuk tanggungjawab mewujudkan harapan masyarakat. Saya berharap kita. Semua SKPD mesti bertanggungjawab atas suksesnya program ini,” urai Junda Maulana.
Menariknya, pada program PUEKa yang terintegral ini, pengurus PAUD yang telah mengikuti pelatihan akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 10 juta tiap PAUD dari Pemkab Mateng. Jika program dalam enam bulan kedepan program itu dinyatakan berjalan dan berhasil, maka Bupati akan melakukan kunjungan Kementerian Koperasi dan UKM guna memohon dukungan anggara.
Kalau menyimak dari awal, sejumlah harapan yang disampaikan oleh masyarakat, semua masyarakat di Mateng mau berubah, mau maju, Lalu dimana peran pemerintah atas harapan masyarakat ini? Peran pemerintah adalah mendorong program pemberdayaan. Ini juga dalam rangka mencapai target bagaimana memberikan akses bagi anak usia 0-6 tahun untuk mendapatkan pendidikan usia dini secara layak.
Sebab sampai saat ini angka partisipasi baru 40 persen dari target RPJMD 70 persen. Sebab kita mengharapkan pada tingkat Taman Kanak-kanak itu juga kan terbatas.
Olehnya melalui PUEKa ini PAUD berjalan yang didalamnya dimasukan program integral, seperti Posyandu, imunisasi, bina keluarga balita (BKB) dengan demikian waktu yang terbuang tadi saat menanti anak anak mereka pulang dari aktivitasnya sudah tidak terbuang karena adanya program ini.
Satu yang pasti menjadi catatan penting untuk PUEKa di Mateng, meskipun program ini adalah warna program yang sama di tempat lain, tapi semangat yang ditunjukan oleh Pemkab Marteng dibawah kepemimpinan Junda Maulana, patut mendapat apresiasi tinggi. Karena lewat tangan dinginya mampu melahirkan sebuah aplikasi program sangat tepat untuk mengantar harapan kesejahteraan masyarakat Mateng.
Sebagaimana juga kegelisahan Junda, ini juga kegelisahan penulis. Sanggupkan para pembantu bupati yang berada di SKPD terkait, menjaga, mengawal serta mewujudkan semangat yang tertuang dalam program PUEKa? Sebab ini adalah soal komitmen kita bersama sama kepada rakyat Mateng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar